6 Kekuatan Utama Manusia

.1 Kekuatan Impian (The Power of Dreams)
Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai. Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.


2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)
Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu (termasuk masa depan, impian, sasaran atau hal-hal lain seperti: kekuatan/strengths dan kelemahan/weakness dalam diri, peluang di sekitar kita, dan sebagainya) dengan lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya. Seperti sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas, kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk mewujudkannya.

3. Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline)
Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles, keunggulan adalah sebuah kebiasaan. Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita. Untuk membangun kebiasaan tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh. Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.

4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)
Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan. Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan. Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri merupakan unsur atau bahan (ingredient) yang utama dalam mencapai keberhasilan atau kehidupan yang berkelimpahan.

5. Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning)
Salah satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan belajar kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan kita. Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi manusia yang lebih baik. Belajar adalah proses seumur hidup. Sehingga dengan senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus meningkatkan taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.

6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)
Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita. Dengan melatih dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga secara bertahap kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual kita akan bertumbuh dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi.

Semua dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan yang berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya. Semuanya ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa lalu dan saat ini. Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The Power of Focus, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kehidupan adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap situasi yang terjadi pada kita. 
 
sumber

Read More

10 Orang Bodoh , Tapi Suksesnya Mendunia !!

Orang - orang ini sebenarnya gak cerdas bahkan jenius, kegagalan di masa lalunya menunjukkan daya pikirnya yang lemah, namun karena keberuntungan dan usaha yang giat akhirnya mereka mencapai kesuksesan yang luar biasa ...

1. ADAM KHOO
Dia orang Singapura. Waktu kecil, ia adalah penggemar berat games dan TV. Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV. Baik main PS atau nonton TV.
Adam Khoo pun dikenal sebagai anak bodoh. Ketika kelas empat SD, Ia dikeluarkan dari sekolah. Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura. Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh enam SMP terbaik di sana. Akhirnya, ia bisa masuk ke SMP terburuk di Singapura. Begitu terpuruknya prestasi akademisnya, tapi lama kelamaan membaik justru karena cemoohan teman-temannya, hingga akhirnya memperoleh kesuksesan di dunia bisnis.
Prestasi Adam di dunia bisnis ditandai pada saat Adam berusia 26 tahun. Ia telah memiliki empat bisnis dengan total nilai omset per tahun US$ 20 juta.
Kisah bisnis Adam dimulai ketika ia berusia 15 tahun. Ia berbisnis music box. Bisnis berikutnya adalah bisnis training dan seminar. Pada usia 22 tahun, Adam Khoo adalah trainer tingkat nasional di Singapura. Klien-kliennya adalah para manager dan top manager perusahaan-perusahaan di Singapura. Bayarannya mencapai US$ 10.000 per jam.

2. ALBERT ENSTEIN
Siapa yang belum tahu Albert Einstein? Dialah Ilmuwan terkenal abad 20 yang terkenal dengan teori relativitasnya. Dia juga salah satu peraih Nobel. Siapa sangka dia adalah seorang anak yang terlambat berbicara dan juga mengidap Autisme. Waktu kecil dia juga suka lalai dengan pelajaran.

3. ARISTOTLE ONASSIS


Di sekolah, ia bodoh dan suka mencari perkara, mengikuti contoh banyak orang kaya. Tidak aneh kalau ia diusir dari beberapa sekolah. Ia paling sering menduduki ranking terbawah di kelasnya. Salah seorang gurunya berkata:
Teman-teman sekelas memuja dia, tetapi guru guru dan keluarganya berputus asa. Selagi ia masih muda, dengan mudah orang dapat melihat bahwa dia akan menjadi seorang di antara mereka yang akan menghancurkan diri sama sekali atau sukses secara gilang-gemilang. Walaupun raportnya di sekolah jauh dari bagus, bakatnya untuk berdagang dan mencari uang telah tampak sejak dini. Akhirnya dia menjadi seorang milyuner.

4. THOMAS ALVA EDISON
uatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut,
Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.
Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ” anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.”
Tommy kecil adalah Thomas Alva Edison yang kita kenal sekarang, salah satu penemu terbesar di dunia. dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju.
Siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya adalah ibunya! Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya.

5. CHRIS GARDNER
Sudah pernah nonton film atau baca buku Pursuit of Happyness ? Itulah kisah nyata kehidupan Christoper Paul Gardner yang diperankan oleh Will Smith. Pahit manisnya kehidupan tampaknya sudah dirasakan olenya. Kehilangan tempat tinggal, ditinggal istri, ditangkap polisi, kesulitan membayar kredit, semuanya sudah dirasakan. Dia bukanlah orang berpendidikan tinggi tapi dia terus berusaha dan berjuang, Kini dia menjadi seorang milyuner sukses, motivator, entrepeneur dan filantropis. Sekarang dia mempunyai Gardner Rich & Co, sebuah perusahaan pialang saham.

6. LUDWIG VAN BEETHOVEN

Jika anda mengenal seorang wanita yang sedang hamil, yang telah mempunyai 8 anak, tiga diantaranya tuli, dua buta, satu mengalami gangguan mental dan wanita itu sendiri mengidap sipilis, apakah anda akan menyarankannya untuk menggugurkan kandungannya? Jika anda menjawab ya, maka anda baru saja membunuh salah satu komponis masyur dunia. Karena anak yang dikandung oleh sang ibu tersebut adalah Ludwig Van Beethoven. Ketika Beethoven berumur di ujung dua puluhan, tanda-tanda ketuliannya mulai tampak, tapi akhirnya ia menjadi Komponis yang terkenal dengan karya 9 simfoni, 32 sonata piano, 5 piano concerto, 10 sonata untuk piano dan biola, serangkaian kuartet gesek yang menakjubkan, musik vokal, musik teater, dan banyak lagi.

7. LOUIS BRAILLE

Louis Braille mengalami kerusakan pada salah satu matanya ketika berusia 3 tahun. Waktu itu secara tidak sengaja dia menikam matanya sendiri dengan alat pembuat lubang dari perkakas kerja ayahnya. Kemudian mata yang satunya terkena sympathetic ophthalmia, sejenis infeksi yang terjadi karena kerusakan mata yang lainnya. Kebutaan tidak membuatnya putus asa, ia menciptakan abjad Braille yang membantu orang buta juga bisa membaca. Sekarang siapa yang tidak tahu Abjad Braille?

8. ABRAHAM LINCOLN
Kisah Lincoln merupakan contoh klasik orang-orang yang benar-benar berani gagal.
Gagal dalam bisnis pada tahun 1831.
Dikalahkan di Badan Legislatif pada tahun 1832.
Gagal sekali lagi dalam bisnis pada tahun1833.
Mengalami patah semangat pada tahun 1836.
Gagal memenangkan kontes pembisara pada tahun1838.
Gagal menduduki dewan pemilih pada tahun 1840.
Gagal dipilih menjadi anggota Kongres pada tahun 1843.
Dilantik menjadi anggota Kongres pada tahun 1846.
Gagal menjadi anggota Kongres pada tahun 1848.
Gagal menjadi anggota senat pada tahun 1855.
Gagal Menjadi Presiden Pada Tahun 1856.
Gagal Menjadi anggota Dewan Senat pada tahun 1858.
Akhirnya pada tahun 1860 dilantik sebagai presiden Amerika yang ke-16 dan salah seorang presiden yang sukses dalam sejarah Amerika.

9. BILL GATES
Nah, ada yang tidak kenal Bill Gates? William Henry Gates III, atau yang lebih dikenal Bill Gates adalah pendiri (bersama Paul Allen) dan ketua umum perusahaan perangkat lunak AS, Microsoft. Ia juga merupakan seorang filantropis melalui kegiatannya di Yayasan Bill & Melinda Gates. Ia menempati posisi pertama dalam orang terkaya di dunia versi majalah Forbes selama 13 tahun (1995 hingga 2007). Siapa sangka dia DO dari Harvard dan sebelumnya pernah bekerja sebagai Office Boy

10. MARK ZUCKERBERG

Yang satu ini dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri. Bagaimana tidak, dimulai dari sebuah situs penghubung mahasiswa Harvard, ternyata banyak yang menyukainya, dengan nekat ia mengikuti jejak seniornya, Bill Gates, DO dari Harvard untuk mengembangkan situs tersebut menjadi Facebook yang kita kenal sekarang. Tahukah Anda? Mark pernah menolak tawaran Friendster yang ingin membeli Facebook 10 juta US$, artinya sekitar Rp. 9,500,000,000 (kurs Rp. 9,500), tawaran dari viacom 750 juta dolar (Rp. 7,125,000,000,000) dan yang paling mengagetkan tawaran dari yahoo satu miliar dolar (Rp. 9,500,000,000,000).

sumber :http://haxims.blogspot.com/2011/04/10-orang-bodoh-tapi-suksesnya-mendunia.html
Read More

Cukup Itu Berapa?

Quote:
Quote:
Ada Cerita, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.
Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya.
Quote:
Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang
diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si
petani mengucapkan kata "cukup".
Quote:
Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di
depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu.
Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.
Quote:
Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya,
seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih
kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum
cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani
itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata
cukup.
Quote:
Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata
"cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup?
Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan
kerja kerasnya.
Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah
target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang
pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.
Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?
Quote:
Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.

Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang
yang bisa mensyukuri.
Quote:
Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita
berhenti berusaha dan berkarya.
Quote:
"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri.
Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima,
bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia
membuat kita sulit berkata cukup.
Quote:
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini,
maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Belajarlah untuk berkata "Cukup"
kaskus.us
Read More

Menari di Tengah Hutan

Pagi itu, klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30, seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu jarinya. Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk. Mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.
Sewaktu menunggu, pria tua itu tampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Aku merasa kasihan. Jadi, ketika sedang luang, aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan tampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, aku putuskan untuk melakukannya sendiri.
Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak. Dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu, dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.
Lalu, kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. Aku sangat terkejut dan berkata, “Dan, Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?” Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tanganku sambil berkata, “Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia, ‘kan?”
Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi. Tanganku masih tetap merinding, “Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam hidupku.”
Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis. Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.
Bagiku, pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting, “Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki.” Hidup bukanlah perjuangan menghadapi badai, tapi bagaimana tetap menari di tengah hujan.
Read More

Telaga Hati nan Luas

Suatu hari seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan
semua masalahnya.
Pak tua bijak hanya mendengarkan dengan saksama, lalu Ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas
air. Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan,
“Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya,” ujar Pak tua.

“Pahit, pahit sekali!” jawab pemuda itu sambil meludah ke samping.
Pak tua itu tersenyum. Lalu, mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga belakang rumahnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampai ke tepi telaga yang tenang itu. Sesampainya di sana, Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu, dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya.
“Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah!” Saat si pemuda mereguk air itu, Pak tua kembali bertanya lagi kepadanya,
“Bagaimana rasanya?”
“Segar!” sahut si pemuda.
“Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu?” tanya Pak tua.
“Tidak!” sahut pemuda itu lagi.
Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata:
“Anak muda, dengarkan baik-baik. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnya pun sama dan memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yang kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yang kamu dapat lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu”.
Pak tua itu lalu kembali menasihatkan:
“Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu menampung setiap kepahitan itu, dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian. Karena Hidup adalah sebuah pilihan, mampukah kita jalani kehidupan dengan baik sampai ajal kita menjelang? Belajar bersabar menerima kenyataan adalah yang terbaik”
sumber : milis, unknown
Read More

Siapa yang menanam kebaikan akan memetik kebaikan

Ia hampir tidak melihat wanita tua berdiri di pinggir jalan. Namun, dalam cahaya berkabut ia dapat melihat wanita itu membutuhkan bantuan. Lalu, ia menghentikan mobil Pontiac-nya di depan mobil Mercedes wanita tua itu, lalu ia keluar dan menghampirinya.
Wanita tersebut tampak khawatir meski menampakkan senyumnya. Sudah beberapa jam ia berdiri di situ dan tidak ada yang menolongnya. “Apakah laki-laki itu bermaksud jahat kepadaku?” pikir wanita itu. Penampilan laki-laki itu tampak memprihatinkan, pakaian dan rambutnya tidak terawat. Wanita itu merasa ketakutan. Berdiri sendirian di tengah cuaca yang begitu dingin. Lelaki itu sepertinya tahu apa yang ia khawatirkan. Ia pun berkata, “Saya kemari untuk membantu Anda, Bu. Kenapa tidak menunggu di dalam mobil, bukankah di sana lebih hangat? O ya nama saya Bryan.”
Bryan masuk ke dalam kolong mobil itu untuk memperbaiki yang rusak. Akhirnya, mobil itu selesai diperbaikinya. Ia tampak kotor dan lelah. Wanita itu membuka kaca mobilnya dan mengucapkan terima kasih kepadanya seraya menanyakan berapa bayaran yang ia minta. Berapa pun yang diminta tidak masalah baginya, karena ia membayangkan bagaimana jadinya kalau lelaki itu tidak menolongnya. Bryan hanya tersenyum.

Bryan tidak mengatakan berapa ia harus dibayar. Baginya menolong bukanlah suatu pekerjaan. Ia yakin kalau ia menolong orang yang membutuhkan, Tuhan akan membalas amal perbuatannya.
Ia berkata pada wanita itu, “Bila betul-betul ingin membalas jasanya, suatu saat nanti bila melihat orang lain yang membutuhkan pertolongan, tolonglah ia.” Bryan menunggu wanita itu men-starter mobilnya dan menghilang dari pandangan.
Setelah berjalan beberapa mil wanita itu melihat sebuah kafe kecil, lalu ia mampir ke sana untuk makan dan istirahat sebenar. Pelayan datang dan memberikan handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Wanita itu memperhatikan pelayan tersebut yang sedang hamil dan masih begitu muda. Lalu ia teringat pada pesan Bryan.
Selesai makan, wanita itu memanggil pelayan dan menanyakan berapa yang harus dibayarnya. Wanita itu kemudian memberikan beberapa uang lembar. Pada saat pelayan kafe itu pergi untuk mengambil kembalian di kasir, wanita tadi keluar secara diam-diam. Pelayan datang dan ia kebingungan karena tidak mendapati wanita itu. Ia hanya menemukan secarik kertas di atas meja dan uang $100. ia begitu terharu setelah membaca tulisan wanita itu, “Kamu tidak berutang sepeser pun kepada saya, karena seseorang telah menolong saya. Oleh karena itulah, saya menolongmu, inilah yang harus kamu lakukan: ‘Jangan pernah berhenti untuk memberikan kasih sayang.’”
Malam ketika pulang dan pergi tidur, pelayan itu berpikir mengenai uang dan apa yang ditulis wanita itu. Bagaimana wanita itu tahu kalau ia dan suaminya sangat membutuhkan uang untuk menanti kelahiran bayinya.
Ia tahu bagaimana suaminya sangat risau mengenai hal ini, lalu ia memeluk suaminya yang berbaring di sebelahnya dan memberikan ciuman yang lembut sambil berbisik, “Semua akan baik-baik saja! I love you, Bryan.”
***
Semoga ini berguna untuk meyakinkan diri kita bahwa segala apa yang kita berikan kepada orang lain, entah itu berupa hadiah barang, pertolongan, pikiran, senyuman, cinta, ataupun kasih sayang, pada hakikatnya akan kembali kepada kita sendiri. Ibarat bercermin pada kaca yang bening, semakin manis kita tersenyum pada cermin tersebut, maka kita akan mendapatkan senyuman yang semakin manis pula.
Sahabat yang kasih sayangnya melebihi kemarahannya, mari kita bersama-sama untuk belajar apa yang kita bisa berikan kepada orang dengan penuh cinta dan kasih sayang…
Read More

Pengungsi Timtim

Lelaki itu sedang berjongkok di depan rumahnya. Keempat anaknya yang masih kecil-kecil juga berjongkok. Mereka tampak sibuk membersihkan butir-butir jagung yang berserakan. Tiada kata, tiada suara. Hening. Sementara matahari siang terasa menyengat.
Kalau tadi saya menyebut “rumah”, itu tidak lebih dari tempat berteduh beratap dedaunan kering dan berdinding anyaman batang bambu. Ada sebuah ruang sempit di bagian depan rumah, di samping pintu masuk. Dari ruangan itu mengepul asap dari kayu bakar. Sebuah ceret air berpantat hitam teronggok di atas tungku berupa susunan batu kali.
Paulus, nama lelaki itu, menatap penuh tanda tanya ketika saya menyapanya. Wajahnya berubah sedikit ramah ketika aktivis sebuah LSM memperkenalkan saya sebagai jurnalis televisi. Ayah empat anak asal Timor Timur itu mengaku sudah sepuluh tahun menetap di kamp pengungsi itu. Bersama ribuan pengungsi yang lari dari Timor Timur pasca konflik 1999, mereka ditampung di Kamp Pengungsi Tuapukan, Nusa Tenggara Timur.

Seperti halnya Paulus, ribuan warga Timtim yang pro integrasi, yang memilih bergabung dengan Indonesia, saat itu terpaksa harus meninggalkan kampung mereka karena keselamatan mereka terancam. Banyak diantara mereka yang pro Indonesia waktu itu yang dibunuh oleh saudara-saudara mereka sendiri yang waktu itu berpihak pada opsi yang berbeda, yakni kemerdekaan.
Konflik yang berbuntut pisahnya Timor Timur sebagai bagian Indonesia waktu itu sampai sekarang menyisakan tragedi kemanusiaan. Selaian pembantaian massal yang terjadi waktu itu, mereka yang selamat dan melarikan diri ke wilayah Indonesia ditampung di berbagai pemukiman pengungsi dengan kondisi yang memprihatinkan. Sepuluh tahun telah berlalu. Banyak diantara kita, termasuk saya, seakan lupa bahwa ada masalah yang belum terselesaikan. Kita seakan merasa urusan saudara-saudara kita yang waktu itu memilih merah putih ketimbang merdeka juga sudah selesai.
Pertemuan saya dengan Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen menyadarkan saya bahwa para pengungsi itu masih ada. Rencana Ale dan Nia mengangkat kisah para pengungsi tersebut dalam film “Tanah Air Beta” mendorong saya untuk berkunjung ke kamp pengungsi di Oebelo dan Tuapukan. Dua dari beberapa kamp pengungsian yang masih ada di wilayah NTT. Dari cerita Ale dan Nia tentang kondisi pengungsi di sana, saya dan tim Kick Andy tergerak untuk melihat langsung di lokasi.
Paulus hanya salah satu dari mereka. Paulus hanya satu dari ribuan orang yang harus bertahan hidup dengan kondisi seperti itu. Saya hanya bisa menahan nafas melihat kondisi “rumah” ayah empat anak itu yang hanya terdiri dari satu kamar ukuran empat kali empat. Lantainya tanah kering. Ruangan semakin terasa sempit karena tumpukan barang-barang dan peralatan masak. Di situlah Paulus bersama istri dan semua anak mereka tidur sekaligus beraktivitas.
Untuk bisa bertahan hidup, Paulus dan hampir semua pengungsi menjual tenaga mereka sebagai buruh tani. Mereka menggarap lahan kebun masyarakat setempat dengan upah hasil kebun tersebut. “Kami tidak punya keahlian selain bertani,” ujar Paulus. Sementara saat ditampung di tempat itu, para pengungsi tidak diberi lahan untuk digarap. Begitu pula status tanah yang mereka tempati sampai sekarang tidak jelas. Tak heran jika mereka sampai saat ini tergantung pada “rasa belas kasihan” penduduk lokal.
Dalam pesawat, saat meninggalkan Kupang, saya merenung. Bagi saya dan siapa pun yang datang ke kamp pengungsi, situasi di sana bagaikan mimpi buruk yang hanya terasa sesaaat. Ketika kita terjaga, mimpi itu akan hilang.
Saya hanya sehari di kamp pengungsi. Hanya sehari merasakan kepedihan. Hanya sehari melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana kehidupan para pengungsi di sana. Hanya sehari menyaksikan anak-anak berebut permen dan bolpoin dari tangan saya. Hanya sehari melihat anak-anak setengah telanjang. Hanya sehari melihat anak-anak berpakaian kumuh. Hanya sehari melihat jagung atau segenggam beras yang dimasak seadanya. Semuanya hanya mimpi buruk dalam sehari.
Sesudah itu, saya akan kembali menjalani kehidupan sehari-hari di Jakarta. Kembali menikmati semua fasilitas kota metropolitan yang serba modern. Kembali melihat orang berlalu lalang di mall-mall dengan dasi dan baju mahal. Melihat tawa riang anak-anak muda di cafe-cafe dengan laptop di depan mereka. Melihat anak-anak kecil dengan nikmat menyantap es krim di restoran mahal.
Tapi, bagaimana dengan mereka yang berada di kamp pengungsian? Mimpi buruk itu harus mereka lalui selama puluhan tahun. Sebelum tidur sampai ketika bangun, mereka tetap melihat masa depan yang tak menentu. Melihat anak-anak mereka yang terpaksa tumbuh dan besar dengan kondisi kekurangan gizi. Setiap bangun tidur, mereka sudah dihadapkan pada pertarungan untuk mempertahankan hidup.
Sungguh ironis. Bukankah dulu mereka mempertaruhkan nyawa demi Indonesia? Bukankah mereka berada di sana karena membela keyakinan pada merah putih? Adakah kondisi yang mereka terima sekarang ini sebagai imbalan atas keyakinan itu?
Source: kickandy.com
Read More

Kisah Si Tukang Tempe

Ada sebuah rumah kecil di pingguran kota Bandung. Di situ ada seorang perempuan tua yang sangat taat beribadah. Pekerjaannya ialah membuat tempe dan menjualnya di pasar setiap hari. Ini merupakan satu-satunya sumber pendapatannya untuk membiayai hidupnya. Tempe yang dijualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri.
Pada suatu pagi, seperti biasa, ketika beliau sedang bersiap-siap untuk pergi menjual tempenya, tiba tiba dia tersadar kalau tempe yang dibuatnya hari itu masih belum jadi, separuh jadi. Kebiasaannya tempe yang akan di jual sudah jadi sebelum pergi. Diperiksanya beberapa bungkusan yang lain. Ternyatalah memang kesemuanya belum jadi.
Perempuan tua itu merasa amat sedih sebab tempe yang masih belum menjadi pastinya tidak akan laku dan tidak akan ada rezekinya pada hari itu. Dalam suasana hatinya yang sedih, dia yang memang taat beribadah teringat akan firman Allah yang menyatakan bahawa Allah dapat melakukan apa saja yang Allah kehendaki, bahwa bagi Allah tiada yang mustahil. Lalu diapun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa,
“Ya Allah , aku memohon kepadaMu agar kacang kedelai ini menjadi tempe.. Amin”
Begitulah doa ringkas yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Dia sangat yakin bahwa Allah pasti mengabulkan doanya. Dengan tenang perempuan tua itu menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan hujung jarinya dan dia pun membuka sedikit bungkusan itu untuk menyaksikan keajaiban kacang kedelai itu menjadi tempe. Namun, dia termenung seketika sebab kacang kedelai itu masih tetap. Namun dia tidak putus asa, sebaliknya berfikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh Tuhan. Maka dia pun mengangkat kedua tangannya semula dan berdoa lagi.
“Ya Allah, aku tahu bahwa tiada yang mustahil bagiMu. Bantulah aku supaya hari ini aku dapat menjual tempe kerana inilah mata pencarianku. Aku mohon agar jadikanlah kacang kedelaiku ini menjadi tempe , Amin”.
Dengan penuh harapan dan debaran dia pun sekali lagi membuka sedikit bungkusan tu. Apakah yang terjadi? Dia termangu dan kecewa karena tempenya masih tetap begitu!!
Sementara itu matahari pun semakin meninggi sudah tentu pasar sudah mulai didatangi ramai orang. Dia tetap tidak kecewa atas doanya yang belum terkabul. Walau bagaimanapun karena keyakinannya yang sangat tinggi dia putuskan untuk tetap pergi ke pasar membawa barang jualannya itu. Perempuan tua itu pun berserah diri pada Allah dan meneruskan pergi ke pasar sambil berdoa dengan harapan apabila sampai di pasar kesemua tempenya akan masak. Dia berfikir mungkin keajaiban Tuhan akan terjadi semasa perjalanannya ke pasar. Sebelum keluar dari rumah, dia sempat mengangkat kedua tangannya untuk berdoa.
“Ya Allah, aku percaya, Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara aku berjalan menuju ke pasar, Engkau kurniakanlah keajaiban ini buatku, jadikanlah tempe ini matang. Amin”.
Lalu dia pun berangkat. Di sepanjang perjalanan dia tetap tidak lupa membaca doa di dalam hatinya. Sesampainya di pasar, segera dia meletakkan barang-barangnya. Hatinya betul-betul yakin dengan tempenya sekarang sudah jadi. Dengan hati yg berdebar-debar dia pun membuka bakulnya dan menekan-nekan dengan jarinya setiap bungkusan tempe yang ada. Perlahan-lahan dia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Tempenya masih belum jadi!! Dia pun kaget seketika lalu menarik nafas dalam-dalam. Dalam hatinya sudah mulai merasa sedikit kecewa dan putus asa kepada Allh karena doanya tidak dikabulkan. Dia merasakan Allah tidak adil. Allah tidak kasihan padanya, inilah satu-satunya sumber rezekinya, hasil jualan tempe. Dia akhirnya cuma duduk saja tanpa memamerkan barang jualannya sebab dia merasa bahwa tiada orang yang akan membeli tempe yang baru separuh menjadi.
Sementara itu hari pun semakin sore dan pasar sudah mulai sepi, para pembeli sudah mulai kurang. Dia melihat ke kawan-kawan sesama penjual tempe, tempe mereka sudah hampir habis. Dia tertunduk lesu seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan bahwa hari ini tiada hasil jualan yang boleh dibawa pulang. Namun jauh di sudut hatinya masih menaruh harapan terakhir kepada Allah, pasti Allah akan menolongnya. Walaupun dia tahu bahwa pada hari itu dia tidak akan dapat pendapatan langsung, namun dia tetap berdoa buat kali terakhir,
“Ya Allah, berikanlah penyelesaian terbaik terhadap tempeku yang belum jadi ini.”
Tiba-tiba dia dikejutkan dengan teguran seorang wanita.
“Maaf ya, saya ingin bertanya, Ibu ada nggak yah yang menjual tempe yang belum jadi? Dari tadi saya sudah keliling pasar ini untuk mencarinya tapi tidak dapat.”
Dia termenung dan terheran-heran seketika. Hatinya terkejut sebab sejak berpuluh tahun menjual tempe, tidak pernah seorang pun pelanggannya mencari tempe yang belum jadi. Sebelum dia menjawab sapaan wanita di depannya itu, cepat-cepat dia berdoa di dalam hatinya
“Ya Allah, saat ini aku tidak mau kacang kedelai ini jadi tempe. Biarlah seperti semula, Amin”.
Sebelum dia menjawab pertanyaan wanita itu, dia membuka sedikit daun penutup tempenya. Alangkah leganya dia, ternyata memang benar tempenya masih belum menjadi! Dia pun merasa gembira dalam hatinya dan bersyukur pada Tuhan. Wanita itu pun memborong habis kesemua tempenya yang belum jadi itu. Sebelum wanita tu pergi, dia sempat bertanya wanita itu,
“Mengapa mau membeli tempe yang belum jadi?” Wanita itu menerangkan bahawa anaknya yang kini berada di luar kota ingin makan tempe dari desa. Karena tempe itu akan dikirimkan ke anaknya itu jadi si ibu tadi ingin membeli tempe yang belum jadi supaya kalau sampai di tempat tinggal anaknya nanti akan menjadi tempenya yang sudah jadi. Kalau dikirimkan tempe yang sudah jadi, nanti di sana tempe itu sudah tidak bagus lagi dan rasanya pun kurang enak. Perempuan tua itu pun keheranan dan berfikir rupa-rupanya doanya sudah pun dikabulkan oleh Allah SWT…
Moral:
Pertama: Kita sering memaksakan kehendak kita kepada Allah sewaktu berdoa, padahal sebenarnya ALLAH lebih mengetahui apa yang kita perlukan dan apa yang terbaik untuk diri kita.
Kedua:. Sentiasalah berdoa dalam menjalani kehidupan sehari-hari sebagai hambaNya yang lemah. Jangan sekali-kali berputus asa terhadap apa yang dipinta. Percayalah bahwa Allah akan mengabulkan doa kita sesuai dengan rancanganNya yang mungkin di luar jangkauan kita.
Ketiga : Tiada yang mustahil bagi Allah SWT.
source: bacaan hikmah
Read More

Semua Orang Dilahirkan Untuk Menang

Tiba-tiba anaknya yang masih SD datang dengan muka cemberut, melihat putranya kelihatan sedih, sang ibu bertanya, “Kenapa muka kamu dilipat seperti itu? Ada apa Nak?”
Dengan perasaan kesal sang anak menjawab, “Tadi di sekolah aku dihukum berdiri di depan kelas oleh pak guru karena nilai ulangan Matematikaku terendah di kelas, aku malu Bu, malu…!”
Tak lama berselang, datang lagi anak perempuannya yang masih SMP, masuk sambil membanting pintu…brakk! “Hei, kenapa kamu? Datang-datang marah, mbok ya sopan dikit, kasih contoh yang baik pada adik-adikmu…”.
“Aku gagal ikut Olimpiade Fisika Bu, kandas sudah impianku, sekarang aku nggak mau belajar lagi!”, jawab si anak.
Suasana sejenak tegang, tiba-tiba datang anak sulungnya yang baru lulus SMA tak kalah murung dan langsung membanting badan di sofa, semua mata memandang penuh tanda tanya. Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, sang anak berucap, “Aku gagal diterima kuliah di universitas, aku tak tahu harus bagaimana lagi… Maaf Bu, aku gagal…”
Kini suasana benar-benar menjadi hening, anak-anak terlihat sedih dengan pikirannya masing-masing. Terlihat sang ibu mengernyitkan dahi, berusaha berpikir keras. Tak lama kemudian terdengar suara sang ibu memecah kesunyian, “Anak-anakku, kalian jangan bersedih. Kegagalan kalian hari ini, bukan berarti kalian akan gagal esok, lusa atau selamanya. Jadikan kegagalanmu hari ini sebagai pemacu semangatmu meraih sukses esok hari. Kegagalan adalah rangkaian proses meraih sukses. Kalian jangan bersikap seperti pecundang yang meratapi setiap kegagalan. Percayalah, kalian dilahirkan bukan jadi pecundang, kalian dilahirkan untuk menang…! Sekarang bangkitlah, ambillah air wudhu lalu shalatlah. Waktu Zhuhur sudah tiba.”
Kemudian anak-anakpun bangkit bergegas mematuhi perintah sang ibu, hati mereka kini agak tenang.
Ya, benarlah kata sang ibu, kita memang dilahirkan untuk menang…! Sejak adanya kita, kita memang sudah jadi pemenang. Dulu, sewaktu kita masih berupa benih manusia, bukankah kita berjuang mati-matian bersaing melawan jutaan sel sperma yang lain untuk mencapai sel telur ibu. Lalu kitalah pemenangnya sehingga lahirlah kita ke dunia ini. Betapa dulu kita telah mengalahkan begitu banyak pesaing, bukankah sesungguhnya kita ini hebat. Kenapa sekarang kita tidak sehebat pada awalnya?
Demikianlah sahabat, seharusnya hal itu mengilhami kita agar kita menjadi lebih hebat lagi dari diri kita yang ada sekarang ini. Namun sayangnya, sekarang dengan berlalunya waktu, kita menjadi lupa dengan awal penciptaan diri kita, lupa dengan awal kesuksesan spektakuler yang dulu pernah kita raih. Sayangnya, sekarang hanya menghadapi kegagalan kecil saja kita mudah berubah menjadi seorang pengecut yang bermuram durja, bahkan tidak segan kita lari dari rintangan dan masalah yang menghadang. Saat sesuatu hal berjalan tidak sesuai dengan yang kita inginkan, kita menjadi patah semangat, pesimis, dan berpikiran negatif.
Ingat selalu kata orang bijak, “Jaga pikiran Anda, mereka menjadi kata-kata Anda. Jaga kata-kata Anda, mereka menjadi tindakan Anda. Jaga tindakan Anda, mereka menjadi kebiasaan Anda. Jaga kebiasaan Anda, mereka menjadi sifat Anda.”
Jika sudah menjadi sifat Anda untuk menjaga pikiran, kata-kata, tindakan, dan kebiasaan Anda, Anda akan dapat dengan mudah menyingkirkan pikiran negatif Anda saat hal itu timbul mengiringi kegagalan. Pola pikir negatif adalah hasil dari emosi yang kacau, tanpa mempertimbangkan akal sehat. Jika Anda telah menyadari hal itu, Anda bisa memastikan yang baik untuk diri Anda dan kesuksesan pun akan semakin dekat dengan Anda.
Hellen Keller, seorang yang buta, tuli, dan gagu, tapi bisa lulus dari Harvard University dan telah mengilhami jutaan orang berkata, “Tidak ada seorang pesimis pun yang pernah menemukan rahasia bintang-bintang, atau berlayar ke tanah yang belum tercantum di peta, atau membuka sebuah pintu baru bagi jiwa manusia”.
Percayalah sahabat, kita dilahirkan bukan untuk jadi seorang pesimis, bukan untuk jadi seorang pecundang…, kita dilahirkan untuk menang!!! Sekali lagi, jika Anda dalam keadaan yang kurang nyaman, merugi, kecewa dan patah semangat, cukup Anda mengingat dan meyakinkan diri bahwa Anda dilahirkan untuk menang.
Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menjalani kehidupan ini—terlepas apa pun yang sedang terjadi—dengan penuh semangat, bahagia, berpikir positif dan senantiasa bersyukur.
Selamat meraih kemenangan Anda yang luar biasa!
Read More

Lebih Baik Gubuk Kecil daripada Istana

Tersebutlah seorang penganut tasawuf bernama Nidzam al-Mahmudi. Ia tinggal di sebuah kampung terpencil dalam sebuah gubuk kecil pula. Istri dan anak-anaknya hidup dengan amat sederhana. Akan tetapi, semua anaknya berpikiran cerdas dan berpendidikan. Selain penduduk kampung itu, tidak ada yang tahu bahwa ia mempunyai kebun subur berhektar-hektar dan perniagaan yang kian berkembang di beberapa kota besar. Dengan kekayaan yang diputar secara mahir itu, ia dapat menghidupi ratusan keluarga yang bergantung padanya. Tingkat kemakmuran para kuli dan pegawainya bahkan jauh lebih tinggi ketimbang sang majikan. Namun, Nidzam al-Mahmudi merasa amat bahagia dan damai menikmati perjalanan usianya.
Salah seorang anaknya pernah bertanya, “Mengapa Ayah tidak membangun rumah yang besar dan indah? Bukankah Ayah mampu?” “Ada beberapa sebab mengapa Ayah lebih suka menempati sebuah gubuk kecil,” jawab sang sufi yang tidak terkenal itu. “Pertama, karena betapa pun besarnya rumah kita, yang kita butuhkan ternyata hanya tempat untuk duduk dan berbaring. Rumah besar sering menjadi penjara bagi penghuninya. Seharian ia cuma mengurung diri sambil menikmati keindahan istananya. Ia terlepas dari masyarakatnya. Dan ia terlepas dari alam bebas yang indah ini. Akibatnya, ia akan kurang bersyukur kepada Allah.”
Anaknya yang sudah cukup dewasa itu membenarkan ucapan ayahnya dalam hati. Apalagi ketika sang Ayah melanjutkan argumentasinya, “Kedua, dengan menempati sebuah gubuk kecil, kalian akan menjadi cepat dewasa. Kalian ingin segera memisahkan diri dari orang tua supaya dapat menghuni rumah yang lebih luas. Ketiga, kami dulu cuma berdua, ayah dan ibu. Kelak akan menjadi berdua lagi setelah anak-anak semuanya berumah tangga. Apalagi ayah dan ibu menempati rumah yang besar, bukankah kelengangan suasana akan lebih terasa dan menyiksa?”
Si anak tercengang. Alangkah bijaknya sikap sang ayah yang tampak lugu dan polos itu. Ia seorang hartawan yang kekayaannya melimpah. Akan tetapi, keringatnya setiap hari selalu bercucuran. Ia ikut mencangkul dan menuai hasil tanaman. Ia betul-betul menikmati kekayaannya dengan cara yang paling mendasar. Ia tidak melayang-layang dalam buaian harta benda—yang sebenarnya tidak menikmati kekayaannya, melainkan kepayahan semata-mata. Sebab banyak hartawan lain yang hanya bisa menghitung-hitung kekayaannya dalam bentuk angka-angka. Mereka hanya menikmati lembaran-lembaran kertas yang disangkanya kekayaan yang tiada tara. Padahal, hakikatnya ia tidak menikmati apa-apa kecuali angan-angan kosongnya sendiri.
Anak itu lebih terkesima lagi tatkala ayahnya meneruskan, “Anakku, jika aku membangun sebuah istana anggun, biayanya terlalu besar. Dan biaya sebesar itu kalau aku bangunkan gubuk-gubuk kecil yang memadai untuk tempat tinggal, berapa banyak tunawisma/gelandangan bisa terangkat martabatnya menjadi warga terhormat? Ingatlah anakku, dunia ini disediakan Tuhan untuk segenap makhluknya. Dan dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua penghuninya. Akan tetapi, dunia ini akan menjadi sempit dan terlalu sedikit, bahkan tidak cukup, untuk memuaskan keserakahan seorang manusia saja.”
Read More

Hanya Satu Jam Saja

Suatu hari, seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya, “Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa selama hidup kita?”
Dengan sedikit keheranan, ayahnya memandang anak kecil itu dan berkata, “Tidak, Nak.”
Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi, “Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?”
Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya.
“Oh Ayah, bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan?”
Ayahnya tertawa, “Mungkin tidak bisa juga, Nak.”
“Ayah, ini yang terakhir kali, apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam 1 jam saja?”
Akhirnya, ayahnya mengangguk, “Kemungkinan besar bisa, Nak. Hanya karena rahmat Tuhan-lah yang akan memampukan kita untuk hidup benar.”
Anak ini tersenyum lega. “Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, Ayah. Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar….”
Seketika itu sang ayah memeluk putri kecilnya yang telah memberinya pencerahan dengan pertanyaan dan pernyataan lugunya.
***
Marilah kita hidup dari waktu ke waktu, dengan memperhatikan cara kita menjalani hidup ini. Dengan latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun, akan menjadikan kita terbiasa. Apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat, dan sifat akan berubah menjadi karakter, dan karakter akan menjadi destiny.
Hiduplah 1 jam TANPA kemarahan, tanpa hati yang jahat, tanpa pikiran negatif, tanpa menjelekkan orang, tanpa keserakahan, tanpa pemborosan, tanpa kesombongan, tanpa kebohongan, tanpa kepalsuan. Lalu ulangi lagi untuk 1 jam berikutnya. Hiduplah 1 jam dengan kasih, dengan sukacita, dengan damai sejahtera, dengan kesabaran, dengan kelemahlembutan, dengan kemurahan hati, dengan kerendahan hati, dengan penguasaan diri. Dan, ulangilah untuk 1 jam berikutnya. Jalanilah kehidupan yang berkenan kepada Tuhan, dengan menjalaninya dari waktu ke waktu, dari 1 jam ke jam berikutnya.
Semoga menjadi bahan renungan bagi kita semua.
Read More

Discover Your Destiny

Di zaman dahulu ada seorang Jenderal dari negeri Tiongkok kuno yang mendapat tugas untuk memimpin pasukan melawan musuh yang jumlahnya sepuluh kali lipat lebih banyak. Mendengar kondisi musuh yang tak seimbang, seluruh prajuritnya gentar kalau-kalau akan menderita kekalahan.
Dalam perjalanan menuju medan perang, sang Jenderal berhenti di sebuah altar wihara. Ia melakukan sembahyang dan berdoa meminta petunjuk para dewa. Sedangkan prajuritnya menanti di luar wihara dengan harap-harap cemas.
Tak lama kemudian, sang Jenderal keluar dari wihara. Ia berteriak pada seluruh pasukannya, “Kita telah mendapat petunjuk dari langit.” Lalu, ia mengeluarkan koin emas simbol kerajaan dari sakunya. Sambil mengacungkan koin itu ke udara ia berkata, “Sekarang, kita lihat apa kata nasib. Mari kita adakan toss. Bila kepala yang muncul, maka kita akan menang. Tapi bila ekor yang muncul, kita akan kalah. Hidup kita tergantung pada nasib.”
Jenderal lalu melempar koin emas itu ke udara. Koin emas pun berputar-putar di udara. Lalu jatuh berguling-guling di tanah. Seluruh pasukan mengamati apa yang muncul. Setelah agak lama menggelinding ke sana-kemari, koin itu terhenti. Dan yang muncul adalah KEPALA. Kontan seluruh pasukan berteriak kesenangan. “Horee..! Kita akan menang. Nasib berpihak pada kita. Ayo serbu dan hancurkan musuh. Kemenangan telah pasti.”
Dengan penuh semangat, sang Jenderal dan pasukannya bergerak menuju medan perang. Pertempuran berlangsung sangat sengit. Dengan bekal keyakinan dan tekad baja, akhirnya musuh yang tak terhingga banyaknya dapat dikalahkan. Jenderal dan seluruh pasukannya betul-betul senang. Seorang prajurit berkata, “Sudah kehendak langit, maka tak ada yang bisa mengubah nasib.”
Sesampai di ibu kota, mereka disambut meriah oleh seluruh penduduk. Raja pun terkagum-kagum mendengar kisah peperangan yang dahsyat itu. Beliau bertanya pada sang Jenderal bagaimana ia mampu mengobarkan semangat pasukannya hingga begitu gagah berani. Sang Jenderal kemudian menyerahkan koin emasnya pada Raja sambil berkata, “Paduka, inilah yang memberikan mereka nasib baik.”
Raja menerima dan mengamati koin emas itu yang ternyata kedua sisinya bergambar: KEPALA..!
Inspirasi: Tsai Chih Chung
Read More

Baojun Yuan, Master Photoshop Berusia 76 Tahun

Baojun Yuan, Kakek berusia 76 tahun, belajar Photoshop saat usia 60 tahun. Dan dalam waktu 16 tahun terakhir ini telah memperbaiki lebih dari 2000 foto rusak dan melakukannya semuanya secara gratis....

Read More

Karakteristik Orang Sukses

Bila membicarakan tentang arti sukses, setiap manusia memiliki arti yang berbeda. Akan tetapi, semua manusia pasti ingin merasakan kesuksesan pada dirinya masing-masing. Itulah yang dapat saya nilai dari pembahasan sewaktu semester dua di tempat saya kuliah. Padahal hanya satu kata, tetapi memiliki arti yang sangat luas. Tetapi tetap pada satu tujuan, yaitu bersama untuk meraihnya. Orang sukses yang telah meraih tujuannya memiliki karakteristik sebagai berikut ;
Bahagia dan optimisme
Ada sebagian orang yang percaya bahwa uang bisa membawa kebahagiaan. Ketika Anda sudah hidup nyaman, uang yang lebih banyak tak akan membeli lebih banyak kebahagiaan. Justru kebalikannya, kebahagiaan mengarah ke datangannya uang dan sukses, begitu pun dengan optimisme. Kedua hal tersebut membantu Anda untuk mengatasi masalah, menemukan ide, dan mengambil konsekuensi menjadi pertimbangan, serta kembali lagi ketika Anda melewati hal tersebut untuk pertama kalinya.
Ketahanan
Mereka yang berhasil keluar dari situasi keuangan yang buruk dan berhasil kembali mandiri pasti memiliki daya tahan yang kuat. Jika ada kejadian buruk, misal: pemutusan hubungan kerja, kondisi keluarga, atau apa pun yang mempengaruhi keuangan mereka, jangan memungkiri dan menutup mata. Namun, hal tersebut bisa membantu mengubah fokus menjadi suatu hal yang bisa diputar dan membantu diri mereka percaya bahwa mereka memiliki kekuatan untuk berubah. Ketahanan bukanlah hal yang diturunkan lewat gen, melainkan harus dipelajari.
Keterikatan
Anda pasti mengerti bahwa keterikatan dan perbanyak jaringan adalah hal yang sangat penting. Makin banyak jaringan yang Anda kenal, makin dekat Anda dengan mereka, makin pula kemungkinan mereka akan membantu Anda ketika menghadapi masalah, khususnya masalah keuangan.
Gairah
Gairah adalah elemen kunci yang menggerakkan seseorang dari kesulitan keuangan menuju kesuksesan keuangan. Mereka yang sukses biasanya memang memiliki gairah pada hal yang mereka kerjakan. Mereka tahu apa yang mendorong mereka bekerja dan meraih hal-hal yang ingin mereka gapai. Tak semua orang beruntung bekerja di bidang yang mereka cintai. Namun, ada kalanya kita harus belajar untuk mencintai pekerjaan kita.
Intuisi
Selama bertahun-tahun, otak kita menciptakan semacam pola mencerna informasi. misal, jika suatu hal terjadi, maka akan ada kejadian selanjutnya yang mengikuti. Hal itulah yang menjadi semacam intuisi dalam diri kita. Maka dari itu, makin banyak pengalaman, meski bukan hal yang baik sekali pun, bisa jadi pengalaman dan pelajaran, serta membantu kita menciptakan intuisi ini.
Kebiasaan berhemat
Ya, kita bisa lihat beberapa miliarder atau orang yang memiliki kekayaan berlimpah memiliki barang-barang yang mahal dan senang menghamburkan uang. Tetapi, tak semuanya begitu loh. Justru ada sebagian orang yang senang menabung.
Berinvestasi
Dalam bukunya Rich Dad Poor Dad, Robert T Kiyosaki menekankan agar uang yang bekerja untuk Anda dan jangan biarkan Anda bekerja keras untuk uang. Tentunya, bagi yang ingin memastikan keuangannya tetap aman, mereka perlu memastikan untuk tetap menjaga keuangannya dengan berinvestasi dengan bijak.
Rasa syukur
Pasti Anda pernah mendengar pepatah, mereka yang berbuat baik akan menuai kebaikannya, begitu pun sebaliknya. Tak heran, bagi yang sudah mencapai kesuksesan, mereka senang membagi apa yang mereka punya kepada mereka yang membutuhkan. Ketika Anda merasa bosan dengan pekerjaan, cobalah untuk memandang pekerjaan tersebut sebagai sebuah hadiah untuk Anda, dan coba pikirkan seperti apa hidup Anda jika tak memiliki pekerjaan itu.(sholeh.co.cc)
Read More

Nasihat orang terkaya ke 2 di dunia(Warren Buffet),

Warren Buffet memberi nasehat untuk anak-anak muda: "Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berivestasilah dengan apa yang kau miliki serta ingat :

A. Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.

B. Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri.

C. Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.

D. Jangan memakai merk, pakailah yang benar-benar nyaman untukmu.

E. Jangan habiskan uang untuk
hal-hal yang tidak benar-benar penting.

F. Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah pada orang lain.*

"Orang Yang Berbahagia Bukanlah Orang Yang Hebat Dalam Segala Hal, Tapi Orang Yang Bisa Menemukan Hal Sederhana Dalam Hidupnya dan Mengucap Syukur.”
Read More

pekerjaan orang terkenal sebelum terkenal

Rod Stewart, the grave digger
Rod Stewart pernah menjadi pemain uji coba cluk sepak bola Celtics, dan Brentford. Kemudian dia bekerja sebagai penggali kuburan. Kemudian dia beralih ke karir musik bergabung dengan penyanyi Wizz Jones pada tahun 1960an sebagai penyanyi keliling, ini lah yang menyebabkan dia dideportasi dari spanyol.


- Michael Dell, the diswasher
Michael Dell, founder dan dewan direksi dari perusahaan Dell COmputer, dulunya adalah pencuci piring di Chinese Restaurant untuk $2,3 per jam.


- Pol Pot, the School Teacher
Sebelum menjadi penjahat perang, Pol pot , yg dulunya bernama Saloth Sar, berprofesi sebagai guru di Phnom Penh. Anda tidak akan mengira guru di kelas anda adalah seorang pembantai.

- Oprah Winfrey, the young reporter
Oprah Winfrey yang lahir di Kosciusko, Mississippi, dulunya berprofesi sebagai reporter berita yang mempunyai penghasilan $100 per minggu. Coba bandingkan dengan penghasilan jutaan dolla nya sekarang.

- Hitler
Hitler, seorang Fuhrer jerman yang berkuasa, dulunya mempunyai profesi sebagai Pelukis kartu ucapan (Postcard painter) dan lukisan kanvas. Beberapa lukisan hitler:

Spoiler for lukisan:


“Dianthus”


“Cathedral in Vienna”



"The tranquility and peacefulness portrayed in Hitler’s paintings belie the atrocities he committed during World War II. One can only wonder how a man who was responsible for so many deaths could paint gentle, colorful paintings of flowers, churches and country sides."


- Sylvester Stalone
Sylvester Stalone dulunya berprofesi sebagai pembersih kandang singa. Dan pada awal karir perfilmannya nya bermain film porno yang berjudul Party at Kitty and Stud's.

- Dan Brown
Penjual Buku best seller DaVinci Code dulunya berprofesi sbg Guru SMA di london.

- Benito Mussolini
Sebelum menjadi tokoh terkenal di era WW2, Mussolini bekerja sebagai penulis koran sosial, Il Popolo d’Italia, yang kemudian tulisan nya dibuat novel.

- Fidel Castro
Fidel Castro adalah seorang pitcher dalam olahraga baseball di tahun 1946. 1959 dia dan keluarganya mengambil alih Cuba.

- Bill Gates dulunya seorang office boy kongres yg bertugas sbg pengantar pesan dan dokumen di Washington state Capitol

- William Watkins, CEO of Seagate Technology, dulunya berprofesi penjaga rumah sakit jiwa jadwal malam

- Sidney Kimmel, founder and current chairman of Jones Apparel Group, dulunya bekerja sbg pencatat pengiriman di Morton Manufacturing.

- Bill Murray dulu nya berdiri di depan toko grocery untuk menjual kacang

- Rush Limbaugh , pemandu gelar wicara di radio dan komentator politik US, dulunya seorang semir sepatu

- Robin Williams dulunya seorang phantomin jalanan

- Pada saat dimana tidak ada satu toko pun memamerkan jins dia, designer Tommy Hilfigermenjualnya di atas mobil di jalanan.

- Komedian Jerry Seinfeld dulu berprofesi penjual lampu bohlam melalui telepon

- Demi Moore bekerja di agency pengkreditan

- Madonna dulunya bekerja di belakang konter Dunkin Donuts

- Jennifer Aniston adalah dulunya seorang pelayan restauran yang kemudian berprofesi sebagai reseptionis di sebuah perusahaan business development

- Brad Pitt dulunya berprofesi tukang tarik peti es dan memakai pakaian kostum ayam untuk restoran El Pollo Loco, demi membiayai kelas akting

- Hanya sebulan sebelum terkenal di dunia musik Country, Garth Brooks adalah seorang salesman toko buku.

- Actor Jack Nicholson "ditemukan" di ruang pengecekan surat di MGM

- Author Stephen King, yang dulunya adalah seorang pembersih (janitor), sedang membersihkan loker wanita yang kemudian menginspirasikan dia untuk menulis novel yang berjudul "Carrie."


- Mbah Surip, sebelum menjadi terkenal dengan lagunya "Tak Gendong", dia adalah seorang pengamen di Bulungan dan tukang sobek karcis di bioskop Indra di daerah Alun-alun Kota Mojokerto

- Steve Jobs, bos dari Apple inc, pixar dan Walt Disney ini dulunya tukang pemulung tutup botol dan jadi badut tuk acara ulang tahun.

- Jackie Chan aktor asia yang terkenal di holywood ini, dulu nya hanyalah seorang stuntman, dan sebelum membintangi film pertamanya, dia sempat bekerja di Australia sbg pelayan restaurant dan buruh/kuli constrution site

sumber: kaskus.us
Read More

Thomas Alva Edison: “Memandang Positif Segala Hal”


“Jenius adalah 1 persen ide cemerlang dan 99 persen kerja keras”
Thomas Alva Edison, seorang penemu terbesar di dunia, menemukan sekitar 3000 penemuan dan 1.093 diantaranya telah dipatenkan. Edison dilahirkan pada tanggal 11 Februari 1847 di Milan, Ohio, Amerika Serikat dari pasangan suami-Istri Samuel Ogden seorang tukang kayu dan Nancy Elliot seorang guru. Keduanya merupakan keturunan Belanda. Pada usia 7 tahun, edison kecil pindah ke kota Port Huron, Michigan dan bersekolah di Port Huron. Namun tidak lama, 3 bulan kemudian ia dikeluarkan dari Sekolah karena menurut gurunya “Dia terlalu bodoh” sehingga tidak mampu menerima pelajaran apa pun, dia pun sering dipanggil idiot oleh gurunya.

Sang ibu, Nancy Elliot memutuskan untuk berhenti sebagai guru dan kemudian berkonsentrasi mengajari Edison baca tulis dan hitung menghitung.
Quote:
“My mother was the making of me. She was so true, so sure of me; and I felt I had something to live for, someone I must not disappoint.”
Begitulah perkataan Edison kecil yang menunjukkan motivasi dalam diri Edison yang cukup kuat dalam belajar. Setelah dia bisa membaca, Edison jadi gemar membaca, ia membaca apa saja yang dapat dijumpainya ia membaca ensiklopedia, Sejarah Inggris, Kamus IPA karangan Ure, Principia karangan Newton dan juga Ilmu Kimia karangan Richard G. Parker. kegemarannya yang menonjol adalah membaca berpikir dan berkeksperimen.

Pada umur 12 Tahun Edison menjadi penjual koran, permen, kacang dan kue di kereta api, sama seperti penjual asongan yang sering kita temui di kereta api ekonomi di Indonesia. Keuntungan dari berdagang itu sebagiannya dia berikan kepada orang tuanya dan sebagiannya dia simpan sebagai modal. Di dalam kereta api, ia menerbitkan koran Weekly Herald sembari mengadakan eksperimen di salah satu gerbong kereta api, setelah sebelumnya meinta ijin perusahaan kereta api “Grand Trunk Railway”.

Pada suatu malam Edison tidak sengaja menumpahkan sebuah cairan kimia sehingga menyebabkan sebuah gerbong hampir terbakar. Karena kasus ini Edison ditampat kondektur hingga pendengarannya rusak, kemudian dia dilarang bekerja di kereta api. Namun Edison tidak menganggap pendengarannya yang rusak sebagai cacat, namun justru dia menganggapnya secara positif sebagai sebuah keuntungan sehingga ia memiliki lebih banyak waktu untuk berfikir daripada mendengarkan omongan – omongan kosong.

Pada usia 15 tahun Edison remaja menyelamatkan nyawa anak kepala stasiun yang hampir tergilas gerbong kereta api. Karena merasa berhutang jasa, sang kepala stasiun tersebut akhirnya mengajarkan cara pengiriman telegram, Edison hanya memerlukan waktu 3 bulan untuk menguasai pelajaran gratis tersebut. Sesudah itu, ia mendapat pekerjaan sebagai operator telegraf.

Penemuan pertama yang dia patenkan adalah electric vote recorder, namun karena tidak laku, Edison akhirnya beralih ke penemuan yang lebih komersial. Edison kemudian menemukan stock ticker atau mesin telegraf. Peralatan itu dijualnya dan laku 40.000 dollar Amerika serikat (Sekitar 390 juta rupiah). Edison hampir – hampir pingsan melihat uang sebanyak itu. Uang ini dipakai Edison untuk mendirikan pabrik di Newark dan merekrut 300 orang pekerja sekaligus, disini ia mengembangkan telegraf sehingga mampu mengirimkan 4 berita sekaligus.

Pada umur 29 tahun, Edison mendirikan laboratorium riset untuk industri di Menlo Park, New Jersey. dan dalam 13 bulan ia menemukan 400 macam penemuan yang kemudian mengubah pola hidup sebagian besar orang-orang di dunia.

Tahun 1877 ia berkonsentrasi pada lampu pijar. Edison sadar bahwa betapa pentingnya sumber cahaya ini bagi manusia. Dia menghabiskan 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun untuk eksperimen lampu pijar. Yang menjadi masalah adalah menemukan bahan yg bisa berpijar ketika dialiri arus listriknamun tidak terbakar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha keras Edison, akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam. Tahun 1882, untuk pertama kalinya dalam sejarah lampu-lampu listrik di pasang di jalan-jalan dan di rumah rumah

Sungguh patut direnungkan ketika saat keberhasilan dicapainya, dia sempat ditanya: Apa kunci kesuksesannya. Thomas Alfa Edison menjawab:

Quote:
“Saya sukses, karena saya telah kehabisan apa ya yang disebut dengan kegagalan”
Ketika dia telah banyak sekali mengalami kegagalan yang berulang-ulang. Bahkan saat dia ditanya apakah dia tidak bosan dengan kegagalannya, Thomas Alfa Edison menjawab:

Quote:
“Dengan Kegagalan Tersebut, Saya malah mengetahui ribuan cara agar lampu tidak menyala”
This Amazing!!, Edison memandang sebuah kegagalan sebagai sebuah hal yang sangat positif. Kegagalan bukan kekalahan tapi sebagai sebuah keuntungan. Cara memandang yang positif ini membuat Edison mampu meyakinkan orang lain untuk tetap mendanai proyeknya meskipun gagal berulang – ulang kali. Mungkin prinsip Edison inilah yang patut kita terapkan dalam kehidupan kita sehari. Bahwa sebenarnya kita tidak pernah mengalami kerugian, dan sesungguhnya kerugian itu bermula dari sikap dan cara pandang kita sendiri yang negatif.

Edison telah banyak menghasilkan berbagai penemuan yang sangat berharga bagi perkembangan umat manusia. Telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak adalah beberapa dari penemuan Edison.

Melewati tahun 1920-an kondisi kesehatannya kian memburuk dan Edison meninggal dunia tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun.
Read More

Pria-pria Paling Beruntung di Dunia

Bila hari gini para sobat sobat pria masih merasa minder dengan dirinya dan tidak punya percaya diri ketika ingin menyatakan cintanya pada wanita yang diidamkan, buang jauh jauh perasaan minder dan rendah diri tersebut. Jangn bilang Anda berpostur kerempeng, atau gembrot, atau usia Anda sudah senja alias bujang lapuk, atau pula wajah Anda tidak setampan teman teman Anda, apapun kondisi Anda tetaplah optimis.
Pria beruntung (The Lucky Man)
Beberapa gambar yang ruanghati.com sajikan dalam posting kali ini hanyalah sebuah gambaran bahwa tidak selamanya wanita cantik menolak pria yang tidak tampan atau kurang dalam penampilan. Ok guys tetap optimis, maju terus bila Anda cinta dengan pujaan hati Anda, teruslah pantang menyerah, tidak peduli Anda sudah mengalami penolakan beberapa kali tetap maju pantang mundur. Ingat sekeras keras batu bila setiap waktu ditetesin air terus menerus pasti akan berlubang, demikianpun hati manusia yang punya perasaan. Sukses raih cintamu..
Pria yang beruntung (Lucky Man)Pria paling beruntung (Lucky Man)Pria yang paling beruntung
Pria yang paling beruntung
Pria paling beruntung
Pria paling beruntung
Pria paling beruntung
Pria paling beruntung
Pria paling beruntung

Read More

Kisah Inspiratif: Paku dan Pagar

Pernah ada anak lelaki yang berwatak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan teman atau sahabatnya.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia pun sadar bahwa ternyata lebih mudah menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya. Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap kali bila dia berhasil menahan diri/bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata,

"Anakku, kamu sudah baik, tetapi coba lihat berapa banyak lubang yang ada di hadapanmu? Lubang di pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, terutama teman dan sahabatmu, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar ini. Kamu bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kamu meminta maaf atau menyesal, lukanya akan tetap tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik."

Teman dan sahabat adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kamu perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu. Tunjukkanlah kepada teman dan sahabatmu betapa kamu menyayangi mereka.

Sumber
Read More

Gambaran masa Depan Bangsa Indonesia Terlihat Dari Generasinya Yang Kayak Gini Gan...

http://apakabarpsbg.files.wordpress.com/2008/11/anak20rokok.gif

Anti merokok tentunya anti narkoba...

http://i436.photobucket.com/albums/qq81/bapao88/parah.jpg

hormat terhadap orang tua
mempunyai rasa sosialisme yang tinggi


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhK0a6Q3Knt4zue0IWpry78ywKEd_KwVYfqtT_CdbXyTegGfTi8fgeVP7bpT3HxF03Z3MYZVKJjHhaRS4C4MGFdhNkZSS5GPZsrF3rZ9pp35y7o27Afd6WkfxlSQIj6SjJSmAB3_HSFxqiU/s400/anak+sd+jaman+sekarang.jpg

Berpikiran bersih dan positif
terhindar dari adegan mesum yang merusak...

????
Read More